Senin, Januari 20, 2014

BUTUH MOBIL NISSAN?? CALL 085395818808 / 0811402357 / PIN BB 2766E6A2

OTR Kendari : Rp. 285.200.000 (Type RX CVT)
DP. : Min. Rp. 30 Juta



Mobil Nissan Juke adalah mobil type terbaru dari Nissan yang di launching di Indonesia sekitar bulan Juni 2011.

Padahal uda lama ya koq baru saya tampilin di dickyfumi.com soalnya saya baru inget kemarin pas mao pesen mobil Nissan Juke, malah harus inden dulu karen mobil Nissan Juke lagi laku banget jadi susah dapatnya. Gayanya uda pengen beli aja padahal hanya cari - cari info aja pas di dealer Nissan. hehehe


O ya Nissan Juke menjadi mobil terbaik tahun 2011 di Indonesian Car Of The Year 2011 (ICOTY), pantesan aja ya laku banget mobil terbaik tahun 2011 toh. Nissan Juke yang mempunyai kapasitan mesin 1500cc hanya mengeluarkan dua varian saja 1.5 CVT dan 1.5 CVT RX. Untuk Warna ada 6 pilihan warna dari putih, hitam, merah, biru, silver dan abu - abu tua (silver stone).

Untuk harga mobil Nissan Juke 1.5 CVT sekitar Rp.260.600.000 dan untuk Nissan Juke 1.5 CVT RX sekitar Rp. 270.600.000.

Lewat saya juga bisa karena banyak kenal marketingnya jadi bisa kasi diskon khusus. weleh - weleh jadi promosi saya. hehehehe


Berikut Spesifikasi Mobil Nissan Juke 1.5 CVT dan 1.5 CVT RX
Dimension
Length x width x height (mm) : 4135 x 1765 x 1565
Wheel Base (mm) : 2530
Wheel Tread (FR/RR) : 1525/1525
Turning Radius (m) : 5.3 m
Fuel tank capacity (L) : 52

Engine
Type : 1.5L DOHC 4 CYL Inline (HR15DE)
Fuel System : Fuel Injection
Bore x stroke (mm) : 78 x 78.4
Displacement (cc) : 1498
Max. power (PS/rpm) : 114 / 6000
Max. torsion (Nm/rpm) : 150 / 4000

Exterior
Transmission : CVT
Front : Body Color
Rear : Body Color
Outside Door Handle : Body Color

Tire & Wheel
Tire Size : 215/55R17
Wheel Type : Alloy 17"
Spare Wheels : Steel

Door Mirror
Color : Body Color
Electric Operated : with
Side Turning Lamp :without

Lamp
Auto headlamp on/off : with
Front foglamp : With Blue Illumination
Rear foglamp : without

Interior
Speed Meter : with
Tachometer : with
Odo Trip : Twin Trip
Fuel Cons : with
Water temperature meter :with
Driver Seat Belt : with
Headlight on sound : with
Key Remove : with
Outside Temperature Display : with
Fr Sun Visors : with Vanity Mirror
Room Mirror : Manual Anti Dazzle
I-Con Mode (Drive Mode) : Eco, Sport, Normal
A/C (Climate Mode) : Auto Aircon

Audio
Type : 6.5"Touch Screen 2 DIN AM/FM
Wi-Fi Ready : with
MP3 Function : with
USB Connection : with
Aux Jack : with
Bluetooth Connection : with
Antena : Roof
Fr Display : with

Safety Feature
SRS airbag : DR + AS
Seat Belt : "FR: 3Px2 ELR RR: 3Px2 ELR + 2Px1"
Immobilizer : with
Alarm : with Shock Sensor
ABS : with
EBD : with
BA : with
High mounting stoplamp :with

Perbedaan Mobil Nissan Juke 1.5 CVT dan 1.5 CVT RX
Exterior (Exhaust Finisher) : without (1.5 CVT), with (1.5 CVT RX)
Lamp (Headlamp) : Halogen (1.5 CVT), Xenon with Levelizer (1.5 CVT RX)
Parking Assist (Parking Sensor): without (1.5 CVT), with (1.5 CVT RX)

Key
Start/stop engine SW : without (1.5 CVT), with (1.5 CVT RX)
Intelligent Key : without (1.5 CVT), with (1.5 CVT RX)
Remote Keyless : with (1.5 CVT), Intelligent Key (1.5 CVT RX)
Mud Guard : without (1.5 CVT), with (1.5 CVT RX)
Door Mirror (Folding Function) : Electric (1.5 CVT),Electric connected with I-Key (1.5 CVT RX)

BUTUH MOBIL NISSAN?? CALL 085395818808 / 0811402357







Minggu, Januari 09, 2011

SEPINTAS KALIMAT SOE HOK-GIE




QUOTES SOE HOK GIE :


"Selamanja saja hidoep, selamanja saja akan berichtiar menjerahkan djiwa
saja goena keperloean ra'jat. Boeat orang jang merasa perboeatannja baik
goena sesama manoesia, boeat orang seperti itoe, tiada ada maksoed takloek
dan teroes TETAP menerangkan ichtiarnja mentjapai maksoednya jaitoe HINDIA
MERDIKA DAN SLAMAT SAMA RATA SAMA KAJA SEMOEA RA'JAT HINDIA"

"... Hanya mereka yang berani menuntut haknya, pantas diberikan keadilan.
Kalau mahasiswa Indonesia tidak berani menuntut haknya, biarlah mereka
ditindas sampai akhir zaman oleh sementara dosen-dosen korup mereka."

"Guru model begituan, yang tidak tahan dikritik boleh masuk keranjang
sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar. Dan murid bukan kerbau."

"Kalau rakyat Indonesia terlalu melarat, maka secara natural mereka akan
bergerak sendiri. Dan kalau ini terjadi, maka akan terjadi chaos. Lebih baik
mahasiswa yang bergerak."

"My sympathy is for all those who have sacrificed everything for the people
of Indonesia, whether they stood on the left or on the right."

"I always be gelisah and unable to live in peace"


"Nobody knows the trouble I see, Nobody knows my sorrow"
"I don't want to be a waving bamboo tree, I want to be an oak who stands
against the wind."

"Saya mimpi tentang sebuah dunia, di mana ulama - buruh - dan pemuda,
bangkit dan berkata - stop semua kemunafikan, stop semua pembunuhan atas
nama apa pun. Tak ada rasa benci pada siapa pun, agama apa pun, dan bangsa
apa pun. Dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan
pembangunan dunia yang lebih baik."

"... Beberapa bulan lagi saya akan pergi dari dunia mahasiswa. Saya
meninggalkan dengan hati berat dan tidak tenang. Masih terlalu banyak kaum
munafik yang berkuasa. Orang yang pura-pura suci dan mengatasnamakan Tuhan
... Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau
ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa."

"Ya, dua kilometer dari pemakan kulit mangga, 'paduka' kita mungkin lagi
tertawa-tawa, makan-makan dengan istri-istrinya yang cantik-cantik. Aku
besertamu orang-orang malang."

"Aku ingin agar mahasiswa-mahasiswa ini, menyadari bahwa mereka adalah the
happy selected few yang dapat kuliah dan karena itu mereka harus menyadari
dan melibatkan diri dalam perjuangan bangsanya ... Dan kepada rakyat aku
ingin tunjukkan, bahwa mereka dapat mengharapkan perbaikan-perbaikan dari
keadaan dengan menyatukan diri di bawah pimpinan patriot-patriot
universitas. "

"Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah
manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin
tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai
sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air
Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari
dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula
pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung."

"Seorang filsuf Yunani pernah menulis . nasib terbaik adalah tidak
dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah
umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda."

"Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet
tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin
merasakan kehidupan kasar dan keras . diusap oleh angin dingin seperti
pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil . orang-orang
seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur."

"Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai,
dapat iba hati, dapat merasai kedukaan."

"Ada dua pilihan hidup di Indonesia..APATIS atau IDEALIS"

------------------------------------------------

PUISI SOE HOK GIE :

Darah rakjat
Darah rakjat masih djalan
Menderita sakit dan miskin
Pada datangnja pembalasan
Kita jang mendjadi hakim

Hajo, hajo bergerak sekarang
Kemerdekaan telah datang
Merahlah pandji-pandji kita
Merah warna darah rakjat

Kita bersumpah pada rakjat
Kemiskinan pasti hilang
Kaum kerdja akan memerintah
Dunia baru tentu dating


PESAN

Hari ini aku lihat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaaan
Dan demokrasi
Dan bercita-cita
Menggulingkan tiran

Aku mengenali mereka
yang tanpa tentara
mau berperang melawan diktator
dan yang tanpa uang
mau memberantas korupsi


Kawan-kawan
Kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan
Selalu dalam hidup ini?

PERBEDAAN WANITA DAN PEREMPUAN

Apa Arti Wanita?

Sejarah kontemporer bahasa Indonesia, ya sekarang ini, mencatat bahwa kata wanita menduduki posisi dan konotasi terhormat. Kata ini mengalami proses ameliorasi, suatu perubahan makna yang semakin positif, arti sekarang lebih tinggi daripada arti dahulu ("Kamus Linguistik", Kridalaksana, 1993: 12).

Menurut KD (1970: 1342), kata wanita merupakan bentuk eufemistis dari perempuan. Pada halaman yang sama, dicontohkan frase wanita-wanita genit. Contoh ini paradoksal. Sebab, jika wanita berupakan bentuk halus, mengapa ada kata genit-nya, sesuatu yang jelas tidak halus. Tetapi, ini juga menyiratkan pandangan bahwa kata itu memang khas untuk manusia (perempuan), bukan lelaki, binatang, demit, ataukah benda lain.

Kata kewanitaan, yang diturunkan dari wanita, berarti 'keputrian' atau 'sifat-sifat khas wanita'. Sebagai putri (wanita di lingkungan keraton), setiap wanita diharapkan masyarakatnya untuk meniru sikap laku, gaya tutur, para putri keraton, yang senantiasa lemah gemulai, sabar, halus, tunduk, patuh, mendukung, mendampingi, mengabdi, dan menyenangkan pria. Dengan kata wanita, benar-benar dihindari nuansa 'memprotes', 'memimpin', 'menuntut', 'menyaingi', 'memberontak', 'menentang', 'melawan'. Maka, bisa dimengeri bahwa yang muncul dipilih sebagai nama organisasi wanita bergengsi nasional adalah "Darma Wanita", sebab di sinilah kaum wanita berdarma, berbakti, mengabdikan dirinya pada lembaga tempat suaminya bekerja. Maka, program kerjanya pun harus selalu mendukung tugas-tugas dan jabatan suami,1) jangan bermimpi bisa independen memang bukan itu misinya.

Dalam KBBI (1988: 1007), wanita berarti 'perempuan dewasa'. Sama seperti halnya KD, meski dengan redaksi lain, KBBI pun mendefinisikan kewanitaan (bentuk derivasinya) sebagai "yang berhubungan dengan wanita, sifat-sifat wanita, keputrian". Muatan makna aktif, menuntut hak, radikal, tak ada dalam arti kata ini.

Berdasarkan "Old Javanese English Dictionary" (Zoetmulder, 1982), kata wanita berarti 'yang diinginkan'. Arti 'yang dinginkan' dari wanita ini sangat relevan dibentangkan di sini. Maksudnya, jelas bahwa wanita adalah 'sesuatu yang diinginkan pria'. Wanita baru diperhitungkan karena (dan bila) bisa dimanfaatkan pria. Sudut pandangnya selalu sudut pandang "lawan mainnya", ya pria itu. Jadi, eksistensinya sebagai makhluk Tuhan menjadi nihil. Dengan demikian, kata ini berarti hanya menjadi objek (bagi lelaki) belaka. Adakah yang lebih rendah dari "hanya menjadi objek"?

Makna wanita sebagai 'sasaran keinginan pria' juga dipaparkan oleh Prof. Dr. Slametmuljana dalam "Asal Bangsa dan Bahasa Nusantara" (1964: 59--62). Kata wanita, dalam bahasa aslinya (Sanskerta), tulisnya, bukan pemarkah (marked) jenis kelamin. Dari bahasa Sanskerta vanita, kata ini diserap oleh bahasa Jawa Kuno (Kawi) menjadi wanita, ada perubahan labialisasi dari labiodental ke labial: [v]-->[w]; dari bahasa Kawi, kata ini diserap oleh bahasa Jawa (Modern); lalu, dari bahasa Jawa, kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia. Setelah diadopsi bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, kata ini mengalami tambahan nilai positif.

Ada juga pandangan lain, yang cukup "menyakitkan", yakni bahwa kata wanita bukanlah produk kata asli (induk). Kata ini hanyalah merupakan hasil akhir dari proses panjang perubahan bunyi (yang dalam studi linguistik sering disebut gejala bahasa) metatesis2) dan proses perubahan kontoid3) dari kata betina. Urutan prosesnya demikian. Mula-mula kata betina menjadi batina; kata batina berubah melalui proses metatesis menjadi banita; kata banita mengalami proses perubahan bunyi konsonan (kontoid) dari [b]-->[w] sehingga menjadi wanita. Maka, memang aneh bin ajaib, bahwa kata yang demikian kita hormati, bahkan kita letakkan pada tempat tinggi di atas kata perempuan ini, maksudnya ya wanita itu, ternyata berasal dari kata rendah betina.

Mungkin karena itulah, organisasi "Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia" (Iwapi) sering dipelesetkan artinya tentu saja, oleh pria menjadi "Iwak-e Papi-papi", "Dagingnya bapak-bapak" atau "Lauknya Bapak-bapak" seakan wanita itu tak lebih dari "daging" atau "lauk-pauk" yang bisa dikonsumsi oleh pria. Dalam karier militer pun, dipakai wanita. Misalnya saja "Korps Polisi Wanita" (Polwan, 1948), "Korps Wanita Angkatan Darat" (Kowad, 1961), "Korps Wanita Angkatan Laut" (Kowal, 1962), "Korps Wanita Angkatan Udara" (Wara, 1963). Meskipun begitu, pelecehen keterlibatan dan kemampuan wanita dalam tubuh ABRI pun masih terjadi. Terang-terangan memang tidak, tetapi ada dalam bentuk ungkapan humor di masyarakat (Dananjaya, 1984), misalnya berikut ini.

Seorang komandan serdadu pada suatu front peperangan memerintahkan penarikan mundur khusus serdadu wanita. Alasannya, mereka melanggar disiplin medan. Serdadu-serdadu wanita, yang merasa tidak membuat kesalahan disiplin militer, memprotes ramai-ramai. "Kesalahan??? Kesalahan apa itu, Komandan? Ini tidak adil!" Jawab Komandan dengan kalem, "Kamu sih, setiap diberi komando 'tiaraaap ...', ee kamu malah terlentang."

Ini merupakan pantulan realitas bahwa apa pun yang dilakukan wanita tetaplah tak sanggup menghapus kekuasaan pria. Wanita berada dalam alam tanpa otonomi atas dirinya. Begitulah inferioritas wanita akan selalu menderita gagap, gagu, dan gugup di di bawah gegap gempitanya superioritas pria.

Berdasarkan etimologi rakyat Jawa (folk etimology, jarwodoso atau keratabasa, kata wanita dipersepsi secara kultural sebagai 'wani ditoto'; terjemahan leksikalnya 'berani diatur'; terjemahan kontekstualnya 'bersedia diatur'; terjemahan gampangnya 'tunduklah pada suami' atau 'jangan melawan pria'. Dalam hal ini wanita dianggap mulia bila tunduk dan patuh pada pria. Sering ada ungkapan "pejang gesang kula ndherek" (hidup atau mati, aku akan ikut suami), "swargo nunut, neraka katut" (suami masuk surga aku numpang, suami masuk neraka aku terbawa). Ternyata anggapan Jawa ini merasuk kuat dalam bahasa Indonesia. Kesetiaan wanita dinilai tinggi, dan soal kemandirian wanita tidak ada dalam kamus. Karenanya, dalam bahasa Indonesia kata wanita bernilai lebih tinggi sebab, kata Ben Anderson (1966), bahasa Indonesia mengalami "jawanisasi" atau "kramanisasi": kulitnya saja bahasa Melayu yang egaliter, tetapi rohnya bahasa Jawa yang feodal itu.

Dalam persepsi kultural Jawa pulalah, kata wanita menemukan perendahan martabat ketika ia "dipakai" salah satu barang klangenan (barang-barang untuk pemuasaan kesenangan individu). Jargon lengkap populernya adalah harta, senjata, tahta, wanita. Lelaki Jawa, menurut persepsi Jawa ini, baru benar-benar mampu menjadi lelaki sejati, lelananging jagat, bila telah memiliki kekayaan berlimpah (harta), melengkapi diri dengan kesaktian dan senjata (senjata), agar dapat memasuki kelas sosial yang lebih tinggi, priyayi (tahta), dan semuanya baru lengkap bila sudah memiliki banyak wanita, entah sebagai istri sah entah sekadar selir atau gundik4). Di sini tampak benar bahwa manusia wanita disederajatkan dengan benda-benda mati semacam degradasi harkat martabat salah satu gender5), sekaligus dehumanisasi.

Dengan demikian, untuk sementara bisa segera ditarik kata simpul: wanita berarti 'manusia yang bersikap halus, mengabdi setia pada tugas-tugas suami'. Suka atau tidak, inilah tugas dan lelakon yang harus dijalankan wanita. Apakah memang demikian?

Apa Arti Perempuan?

Dalam pandangan masyarakat Indonesia, kata perempuan mengalami degradasi semantis, atau peyorasi, penurunan nilai makna; arti sekarang lebih rendah dari arti dahulu (Kridalaksana, 1993).

Di pasar pemakaian, terutama di tubuh birokrasi dan kalangan atas, nasib perempuan terpuruk di bawah kata wanita, sehingga yang muncul adalah Menteri Peranan Wanita, pengusaha wanita (wanita pengusaha), insinyur wanita, peranan wanita dalam pembangunan, dan pastilah bukan *Menteri Peranan Perempuan, *pengusaha perempuan (*perempuan pengusaha), *insinyur perempuan, *peranan perempuan dalam pembangunan.

Dalam KD (1970: 853), kata perempuan berarti 'wanita', 'lawan lelaki', dan 'istri' . Menurut KD, ada kata raja perempuan yang berarti 'permaisuri'. Dengan contoh ini kata ini tidak berarti rendah. Sementara itu, kata keperempuanan berarti 'perihal perempuan', maksudnya pastilah masalah yang berkenaan dengan keistrian dan rumah tangga. Dalam hal ini, meski tidak terlalu rendah, tetapi jelas bahwa kata ini menunjuk perempuan sebagai 'penunggu rumah'.

KBBI (1988: 670) memberikan batasan yang hampir sama dengan KD, hanya ada tambahan sedikit, tetapi justru penting, untuk kata keperempuanan. Menurut KBBI, keperempuanan juga berarti 'kehormatan sebagai perempuan'. Di sini sudah mulai muncul kesadaran menjaga harkat dan martabat sebagai manusia bergender feminin. Tersirat juga di sini makna 'kami jangan diremehkan' atau 'kami punya harga diri'.

Dalam tinjauan etimologisnya, kata perempuan bernilai cukup tinggi, tidak di bawah, tetapi sejajar, bahkan lebih tinggi daripada kata lelaki. Ah, masa?!! Ya. Jelasnya begini.

Secara etimologis, kata perempuan berasal dari kata empu yang berarti 'tuan', 'orang yang mahir/berkuasa', atau pun 'kepala', 'hulu', atau 'yang paling besar'; maka, kita kenal kata empu jari 'ibu jari', empu gending 'orang yang mahir mencipta tembang'.
Kata perempuan juga berhubungan dengan kata ampu 'sokong', 'memerintah', 'penyangga', 'penjaga keselamatan', bahkan 'wali'; kata mengampu artinya 'menahan agar
materi referensi:
www.angelfire.com

WANITA : MATEMATIS Vs LOGIS

Ada dua orang gadis, salah satu dari mereka cara berpikirnya MATEMATIS (M) dan yang lainnya cara berpikirnya mengandalkan LOGIKA (L). Mereka berdua berjalan pulang melewati jalan yang gelap, dan jarak rumah mereka masih agak jauh. Setelah beberapa
lama mereka berjalan….

M : “Apakah kamu juga memperhatikan, ada seorang pria yang sedang berjalan mengikuti kita kira-kira sejak tigapuluh delapan setengah menit yang lalu? Saya khawatir dia bermaksud jelek.”

L : “Itu hal yang Logis. Dia ingin memperkosa kita.”

M : “Oh tidak, dengan kecepatan berjalan kita seperti ini, dalam waktu 15 menit dia akan berhasil menangkap kita. Apa yang harus kita lakukan ??”

L : “Hanya ada 1 cara logis yg harus kita lakukan, yaitu berjalan lebih cepat.”

M : “Itu tidak banyak membantu, gimana nich..?”

L : “Tentu saja itu tidak membantu, Logikanya kalau kita berjalan lebih cepat dia juga akan mempercepat jalannya.”

M : “Lalu, apa yang harus kita lakukan? Dengan kecepatan kita seperti ini dia akan berhasil menangkap kita dalam waktu dua setengah menit..”

L : “Hanya ada satu langkah Logis yang harus kita lakukan.. Kamu lewat jalan yang ke kiri dan aku lewat jalan yang ke kanan. sehingga dia tidak bisa mengikuti kita berdua dan hanya salah satu yang diikuti olehnya.”

Setelah kedua gadis itu berpisah, ternyata Pria tadi mengikuti langkah si gadis yang menggunakan logika (L). Gadis matematis (M) tiba di rumah lebih dulu dan dia khawatir akan keselamatan sahabatnya. Tapi, tidak berapa lama kemudian, Gadis Logika (L) datang.

M : “Oh terima kasih Tuhan.. Kamu tiba dengan selamat. Eh, gimana pengalamanmu diikuti oleh Pria tadi?”

L : “Setelah kita berpisah dia mengikuti aku terus.”

M : “Ya.. ya.. Tetapi apa yang terjadi kemudian dengan kamu?”

L : “Sesuai dengan logika saya langsung lari sekuat tenaga dan Pria itupun juga lari sekuat tenaga mengejar saya.”

M : “Dan.. dan..”

L : “Sesuai dengan logika dia berhasil mendekati saya di tempat yang gelap…”

M : “Lalu.. Apa yang kamu lakukan?”

L : “Hanya ada satu hal logis yang dapat saya lakukan, yaitu saya mengangkat rok saya..”

M : “Oh… Lalu apa yang dilakukan pria tadi?”

L : “Sesuai dengan logika.. Dia menurunkan celananya..

M : “Oh tidak.. Lalu apa yang terjadi kemudian?”

L : “Hal yang logis bukan, kalau gadis yang mengangkat roknya larinya lebih cepat dari pada lelaki yang berlari sambil memelorotkan celananya… So, akhirnya aku bisa lolos dari pria itu…”



So….Wanita jenis mana yang menurut anda lebih baik…..?

CINTA Vs BENCI

Sering tak disadari, kita berpikir hampir selalu dalam dikotomi...
Salah vs benar
baik vs buruk
laki vs wanita
gelap vs terang
siang vs malam
on vs off
termasuk Cinta vs Benci...

kadang kita menganggap itulah lawan kata dari yang sebelumnya...
tapi benarkah demikian?
benarkah salah selalu berlawanan dengan benar?
benarkan baik selalu berlawanan dengan buruk?
benarkah laki selalu berlawanan dengan wanita?
benarkah gelap selalu berlawanan dengan terang?
benarkah siang selalu berlawanan dengan malam?
benarkah cinta selalu berlawanan dengan benci?

Benarkah lawan dari CINTA itu adalah BENCI?

Ketika seseorang seringsekali bercerita tentang kebenciannya pada sesuatu, apakah itu benar-benar menunjukkan bahwa dia tidak cinta?

salah seorang tokoh besar, Fariduddin al Attar pernah bercerita, bahwa ada seorang tokoh (?) yang berkunjung ke tempat Robi'ah al adawiyah, ulama besar ahli mahabbah,
si tamu tersebut selama berada di tempat robiah yang diceritakan adalah betapa jeleknya dunia itu, betapa buruknya dunia itu, betapa menipunya dunia itu, dan betapa ia bencinya dunia itu.
Robi'ah tersenyum...
dan ketika si tamu itu berlalu, Sofyan At Tsauri, sahabat Robiah yang juga sedang berkunjung ke situ bertanya pada Robiah,"Benarkah orang itu benci kepada dunia?"
Robiah tersenyum dan berkata,"Bagaimana mungkin dia membenci dunia? yang ada di pikiran dan perasaannya hanyalah terisi dengan dunia dan urusannya"

Dzunnun al Mishri, satu waktu di datangi salah seorang muridnya,"ya Guru, kata muridnya, aku sudah beribadah kepada Tuhan selama 30 tahun yang menurutku aku juga sungguh2. Siang puasa, malah tahajud dan selain amalan wajib, yang sunnah2 juga aku kerjakan. tapi bukannya aku tidak puas dengan keadaanku, tetapi mengapakah tidak ada sedikitpun tanda2 yang datang dari Tuhan tentang apa yang telah aku lakukan ini?"
Dzunnun menjawab,"kalau begitu, nanti malam kamu makan yang banyak, dan jangan sholat isya"
Si murid agak heran juga mendengar saran gurunya, tapi ia mengangguk dan pulang.
Keesokan harinya, ia datang ke Dzunnun dan bercerita,
"Alhamdulillah guru, semalem saya mendapatkan tanda itu dari Allah swt, aku sudah menuruti saran guru untuk makan yang banyak, tetapi aku tidak tega untuk meninggalkan sholat wajib isya. Kemudian malam harinya, aku bermimpi di datangi oleh Rosulullah saw dan beliau bersabda,"wahai fulan, tenangkan hatimu, Allah mendengar, melihat dan mengetahui apa yang kamu kerjakan. Bersabarlah dan ikhlaslah." dalam mimpi itu saya mengangguk, kemudian Rosulullah saw bersabda lagi,"Dan sampaikan pada Dzunnun Al Mishri bahwa Allah berpesan agar ia jangan menyarankan muridnya untuk tidak sholat isya"

Mendengar itu Dzunnun tertawa sampai keluar air matanya..
kemudian ia berkata,
"Jika kamu tidak bisa mendekatiNya melalui Kasih SayangNya, maka dekatilah ia melalui rasa marahNya"

Dan baru saja kemaren saya tertegun ketika membaca buku "Secret of Power Negotiating", di dalam buku itu, Roger Dawson menulis,"apakah lawan CINTA itu adalah BENCI ??" , Tidak !! katanya, Lawan CINTA itu adalah KETIDAKPEDULIAN...

Bagi seorang Pecinta, kebencian dari sang kekasih itu lebih berharga dari pada KETIDAKPEDULIAN dari yang dicintainya...

Seseorang bersyair..
"ya kekasih...dari pada engkau memalingkan wajahmu dariku, lebih baik, sakiti aku dan marahi aku dan bencilah aku...itu lebih baik..sebab kemarahanmu, dan kebencianmu, itu adalah salah satu bentuk kepedulianmu kepadaku"

hati seorang pecinta..
lebih memerlukan kepedulian dari yang dicintai..
dari pada ketidak peduliannya..
baikpun kepedulian itu berwujud kasih sayang yang dicintainya...
ataupun kepedulian itu berwujud amarah dan bencinya...

"KETIDAKPEDULIAN adalah lawan dari CINTA"

salam renungan
huttaqi
www.huttaqi.com

TINJAUAN FILSAFAT CINTA

Cinta itu suci, suci seperti mata bayi yang baru lahir. Cinta itu bersih, bersih dari lubuk hati walau kadang tak bisa melihat. Terkadang pikiran seseorang bergantung pada seseorang karna kesempurnaan yang dimiliki oleh seseorang. Namun kesempurnaan yang dimilikinya pun akan terbagi menjadi dua, yakni kesempurnaan yang bersifat sementara dan kesempurnaan yang bersifat abadi. Kesempurnaan yang bersifat sementara adalah kesempurnaan sepintas artinya bersifat sementara, dan kesempurnaan yang bersifat selamanya adalah kesempurnaan yang dimilikiNya akan tersimpan abadi yang didalamnya terdapat kenangan, kerinduan, yang membuat seseorang sulit untuk melupakannya. Karena menyimak makna dari pada hakikat sebuah cinta sebenarnya tak perlu untuk diperdebatkan karna kelahiran cinta yang hakiki adalah untuk dipikirkan, dihayati, kemudian dijalankan. Bergantung cinta yang mana untuk dikedepankan apakah cinta kepada teman, adik, kakak, orang tua, saudara bahkan Pencipta alam sekalipun adalah mudah.
Kelahiran cinta berawal dari kata simpatik seseorang kepada orang lain adalah menyerahkan hati sepenuhnya kepada orang lain untuk menyatukan hati diantara dua insan. Dan jikalau saja insan merasa terpikirkan oleh senandung bahasa kerinduan, jikalau saja jasadku bisa untuk membagi, maka jasad yang satu akan tetap tinggal, sebagai pertanda bahwa insan merindukannya. Terkadang bayanganmu dalam pikiranku telah mengalahkan pikiran-pikiranku dan membuatku tak bisa tertidur, rasa rinduku untuk melihatmu lebih besar dan menghalangiku dari pikiran-pikiran yang ada. Dan didalam tidurku kenapa bayangan dirimu selalu menghantuiku sampai hatiku berkata, sebenarnya apa yang kurasakan ini akankah juga dia merasakan apa yang aku rasakan, jikalau ia pun merasakan itu, apakah ini yang disebut dengan cinta hakiki karena aku berada dalam penjara hatinya.Diantara penjara hati ada jarak yang memisahkan antara Aku, kau dan Mereka. Diantara putusan ada yang harus berangkat dan tidak. Diantara melepaskan tentang kerinduan, aku bertanya adakah kau merindukannya?

FILSAFAT CINTA

Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?" Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)". Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"

Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,"Apa itu perkawinan?Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?" Plato pun menjawab, "sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya"

Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"

Rabu, Juli 21, 2010

DOA SUBUH HARI

Allah menuliskan amal ibadah seperti ibadah haji dan umrah.

Takbir 100x.
Allah menuliskan pahala 100 orang ahli ibadah (+tiap sore juga)


Istigfar 25x.
menuliskan namanya di antara para wali


Al-Ikhlas, dan Al-Falaq... 3x
memberi perlindungan dari segala sesuatu,
tidak ada pelindung yang baik seperti kedua surat itu


Subhanallohal adziim wabihamdihi
wala khaula wala quwwata illa billah... 3x
Mahasuci Allah Yang Mahaagung dengan segala pujian bagi-Nya.
Tiada daya serta kekuatan kecuali dengan kekuasaan Allah.
dijaga oleh Allah dari penyakit gila, kusta, kebutaan, dan campak


Subhanalloh wabihamdihi... 100x
Mahasuci Allah dan Maha Terpuji.
semua kesalahannya akan dihapuskan meskipun sebanyak buih di lautan

Allohumma ajirni minan naar... 7x
Ya Allah, selamatkanlah diriku dari api neraka.
jika meninggal pada hari itu, Allah akan menyelamatkanmu dari api neraka

Allohumma inni ashbahtu usyhiduka
wa ushidu khamalata 'arsyika
wa malaikatika wa jamii'a kholqika
annaka antallohu la ilaha illa anta
wa anna muhammadin 'abduka wa rosuluka... 4x


Ya Allah, sesungguhnya aku memasuki waktu pagi,
aku bersaksi pada-Mu, penyangga 'Arsy-Mu,
dan para malaikat-Mu, serta seluruh makhluk-Mu,
bahwasanya Engkau adalah Allah Yang tiada Tuhan selain-Mu,
dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Mu.
membebaskan 1/4 tubuhnya dari siksa api neraka untuk setiap doa


Allohumma anta robbi, la ilaaha illa anta kholaqtani
wa anna 'abduka wa ana 'ala 'ahdika
wa wa'dika mastato'tu a'uudzubika
min syarri ma sona'tu abu-ulika bi ni'matika 'alayya
wa abuu-u bi dhzanbii faghfirli
fa-innahu layaghfiru dzunuuba illa anta.

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tiada Tuhan selain Engkau Yang telah menciptakan diriku.
Aku adalah hamba-Mu. Aku selalu berada di atas janji-Mu selama aku mampu.
Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kuperbuat.
Aku mengakui nikmat-Mu yang Engkau anugerahkan kepadaku,
dan aku mengakui dosa-dosa yang aku lakukan kepada-Mu. Karena itu, ampunilah aku,
karena tidak akan ada yang mengampuni dosa-dosaku selain Engkau.
bila dia meninggal pada hari itu dia akan masuk surga


Allohummah dini min 'indika
waa fisy 'alayya min fasylika
wan syur 'alayya min rohmatika
wa anzil 'alayya min barokatika

Ya Allah, berikanlah petunjuk kepadaku dari sisi-Mu,
limpahkanlah kepadaku karunia-Mu,
curahkanlah kepadaku rahmat-Mu,
dan turunkanlah kepadaku berkah-Mu.
tidak akan terlantar dan akan dibukakan baginya 4 pintu surga,
dan dia masuk melalui pintu yang disukainya


Rodhiitu billaahi robba
wa bil islaami diinna
wa bi muhammadin nabiiya.

Aku rela Allah sebagai Tuhanku,
Islam sebagai agamaku,
dan Muhammad sebagai nabiku.


Allohummaj 'al ausa'a rizqika 'alayya
'inda kibari sinni wan-qito'i 'umri.
Allohumma inni as-alukal hudaa
wat tuqo
wal 'afaafa
wal ghina

Ya Allah, jadikan rezeki-Mu yang luas bagi diriku
hingga usia tuaku dan habis umurku.
Ya Allah, aku mohon pada-Mu petunjuk,
ketakwaan,
kesucian diri,
dan kekayaan.
Ya Allah, berkahilah aku dalamkematian dan sesudah kematian.
Allah tidak akan menghisab amal perbuatannya selama di dunia


subhana robbiyal 'aliiyil a'lalwahhab
Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi, Yang Maha Tertinggi, dan Maha Pemberi karunia


sholawat... nabi 100x

pada hari kiamat kelak akan datang bersama-sama cahaya,
seandainya dibagi-bagikan ke semua makhluk-Nya, maka cahaya itu cukup bagi mereka...

Amin Ya Rabbal Alamin...

Selasa, Juli 20, 2010

ALLAH PEMILIK SEGALANYA

ALLAH PEMILIK SEGALANYA
By Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

Allahu….
Engkau pemilik segalanya
Pencipta semesta alam
Tak terjangkau kekuasaan-Mu
Kecilnya diri kami dihadapan-Mu

Kemuliaan menyeru asma-Mu,
Tak terbandingkan dunia dan isinya
Seluruh cipta-Mu mengharap ridha-Mu
Anugerah dan karunia-Mu dambaan hamba-Mu

Kemahasempurnaan-Mu wujud kekuasaan-Mu
Pad cipta-Mu Kau wujudkan kuasa-Mu

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Tiada manusia di dunia ini yang sempurna karena pasti setiap manusia itu mempunyai kekurangan, seperti itulah diriku. Dalam hati kecilku berkata bahwa kau masih juga sayang padaku. Namun, tak semudah itu kumengatakan demikian, artinya itu tlah melalui proses panjang dan tak secepat yang orang-orang bayangkan. Sayang ini kan kau dapatkan dariku. Semua cerita ini, semua proses ini, dan semua yang telah kita lalui akan kita sadari bahwa betapa berartinya seseorang dalam diri kita. Kadang kita merasa takut untuk kehilangan dia. Betapakah mungkin semua itu akan terjadi pada diri kita sendiri ataupun orang lain? Ya pasti… Hidup ini hanya persinggahan, hanya sementara, hanya sandiwara yang harus dijalani oleh setiap makhluk di dunia ini. Setiap makhluk mempunyai peran masing-masing yang berbeda watak, tingkah laku, lingkungan dll. Wajar jika banyak orang yang terlalu larut dalam indahnya yang tersedia di dunia ini sehingga lupa akan peran dan tugas yang harus dia lakukan, Akhirnya permainannya kacau dan rusak. Semua manusia pasti akan merasakan kegagalan, kehampaan, kehilangan, rasa keputusasaan, dll. Namun semua itu, merupakan bagian dari sebuah sandiwara akbar yang nyata dan wajib dijalani. Tiada kuasa dan daya yang berarti selain pasrah akan kehendak-Nya, dibarengi dengan keikhlasan serta do’a yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam. Kuasa-Nya tak tertandingi! Maha dari segala Maha…

Alunan Resah Jiwa

Alunan Resah Jiwa
By Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

Indah dunia
Atas kasihmu padaku
Aku rasakan itu
Aku resapi semuanya
di dalam hirupan udara kepercayaan
CiNtAmu kepadaku

Tak beraniku tuk ungkapkan
Tak tuntutku padamu atas CiNtAmu padaku
Karena semua ada dalam dirimu
Dan kutak mengetahuinya

Aku tak memegang kunci batinmu
Bahagiaku karena
Batinmu kadang terbuka untukku
Aku berikan kepadamu bunga kasih
Yang kan selalu jadi teman
Kesendirianmu

Alunan resah jiwaku
Gelisahmu padaku
Ku rindu bayangmu
Disetiap hariku

Pohon Cinta

Pohon CiNtA
By Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

Parasmu indah
Sentuhan karya Tuhan
Selembut dan seputih salju
Hatimu…

Akar kasih
Yang jadi penopang kokohnya Batang CiNtA
Tangkai jiwa
Yang jadi landasan bunga-bunga mimpi

Teriakan batinku
Teriakanku kepada CiNtA dihatimu
Menepis segala keraguan
Apapun CiNtA itu
Apapun kata bunga di jalan
Simpan CiNtAku dijiwa dan batinmu

Daun-daun Sayang
Yang tumbuh merambat dihati sanubariku
Tak mudah Gugur
Karena telah kuberi
Pupuk-pupuk
Penghalang hama-hama
Perusak CiNtA
Di alam mimpiku
CiNtA abadiku
Kepadamu…… Pohon CiNtAku
Yang telah berbuah
Sayang yang sesuai
Dengan segala pengorbananku
Kepadamu…… CiNtA!!!

Torehan Kisahku

Torehan Kisahku
By Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

Kisah perjalananku…
mencari arti keterbatasan seorang manusia
Tiada daya
Tiada kuasa
Hanya doa’ yang tercurah
Kepada sang Penguasa Jagad raya

Kisah perjalananku…
sungguh berliku
namun inilah arti sebenarnya sebuah kehidupan
Ku butuh keajaiban
Ku butuh mu’jizat
Ku butuh segalanya
Namun semuanya takdir yang Kuasa
Hanya Dia-lah tempat kusandarkan segala gundah jiwa

Berbagai rintangan batin, jiwa, sirna lenyap
Kenangan kutanam kembali
Kuberi pupuk yang terbaik dalam hidup
Agar kenangan itu tumbuh
Agar kenangan itu tetap menjadi inspirasi
Inspirasi yang berguna bagi perkembangan kedewasaanku
Inspirasi yang menjadi lambang kasih dan CiNtA
Menyatu kedalam relung-relung jiwa, batin dan pikiran yang suci
Tak ternodai sedikitpun…

CiNtAi diri…
Sayangilah apa yang kau dapatkan di Dunia

CiNtA Hadir Dalam Setiap Langkah Kaki Anak Manusia

CiNtA hadir dalam setiap langkah kaki anak Manusia
By Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

Tiada lagi seruan nafas-nafas kasih dari diriku
Semua hilang ditelan bumi
Bumi yang marah
Karena tiada lagi kesetiaan dan kejujuran diatas pundaknya

Aku yang selalu setia menyeru kasih itu
Aku tak pernah bosan terhadap yang kulakukan
Namun jika kebosanan itu muncul dihadapanku
maka hanya CiNtA dan kasih
yang terlindungi oleh rasa setia dan ikhlas
yang mampu membentenginya

Mampukah aku melalui rintangan ini
Kuyakin, jika aku mampu
Tak secara singkat namun perlahan tapi pasti
Dia akan mengerti diriku ini
Arti segala gejolak jiwa ini kepadanya

Selama ini kepercayaan telah tumbuh diantara kita
Saat ini kepercayaan itu masih hadir dalam batin kita
Selama ini kesetiaan itu tertanam kokoh dalam hati
Saat ini kesetiaan itu tlah berbuah kasih suci
Tiada dayaku menahan kuasa-Nya
CiNtA hadir dalam setiap langkah kaki anak Manusia

Tidur Lelap Mimpi Indah

Tidur Lelap Mimpi Indah
By Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

Saat mata ini terasa berat menatap malam
Saat raga ini tak lagi sanggup melihat hari yang lelah
Aku termenung
Aku terngiang
atas bayang dirimu
Membawa khayalku ke Alam mimpi
Hadir bayangmu dalam mimpiku

Apakah hal biasa
Yang sering manusia dapatkan
ataukah pertanda baik dalam mimpi
Suatu saat kutemukan jawabnya

Tanya bertanya dalam pertanyaanku
Aku tak tahu jawabnya dalam jawabanku
Seakan nyata dalam suatu kenyataan
Waktu… segeralah berlari
agar kutemukan jawab dari segala pertanyaan jiwa
Yang ada dalam tidur lelap mimpi indah

Hiasan jiwa pengukir mimpi
Selalu ada dalam galaunya batin
menyambut hari esok lebih cerah
daripada hari-hari kemarin
Dalam tidur lelap mimpi indah

Kini Hadir CiNtA

Kini Hadir CiNtA
By : Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

CiNtA ini benar terasa dalam jiwa
Yang tak terenggut oleh keangkuhan diri
Yang menyatu diantara kita
Dan indah adanya.

Pesona CiNtA itu hadir
Ketika ku mulai merasakan hampa jiwa
Karena kehilangan CiNtA yang lain
Yang pernah ada dalam jiwa

Masih membekas dalam hati
Sentuhan CiNtA itu
Ku coba menepis
Namun tak sepenuhnya

Ku rasakan sentuhan CiNtA lagi
dalam dirimu yang ada kini
Ku terbuai akan hadirnya
CiNtA yang ada dalam jiwaku saat ini

Kini hadir CiNtA
Yang telah aku rasakan dalam dirinya
Ku menCiNtAinya apa adanya
Seperti itulah CiNtAku padanya

Opening

“ Hei kekasihku, di depanku ada kehidupan yang aku ingin kehidupan itu menjadi agung dan indah. Kehidupan yang mempersaudarakan kenangan manusia yang akan datang dan menyatukan budi pekerti dan CiNtAnya. Kehidupan yang telah aku mulai sejak aku bertemu denganmu dan aku yakin akan keabadiannya, karena aku percaya akan wujudmu yang mampu memunculkan kekuatan yang Tuhan janjikan padaku yang akan menyatu dengan kata-kata dan pekerjaan besar. Sebagaimana matahari menumbuhkan bunga-bunga di taman yang beraroma wangi nan harum, seperti itulah rasa CiNtA menaungi dan keturunan manusia, dan selalu mensucikan diri dari sifat jahat lalu menebarkan CiNtA, dan membuang yang usang untuk meresapkan CiNtA itu padamu”. (Kahlil Gibran)

Sabtu, Juli 17, 2010

NDP BAGIAN II : BAB VIII. SAINS ISLAM

Sains dalam sejarah perkembangan seringkali dinaturalisasikan sebagai sebuah upaya pencocokan terhadap nilai-nilai budaya, agama atau pandangan - pandangan tertentu suatu masyarakat. Asimilasi dan akulturasi inilah yang kemudian menjadi bentuk baru (khas) sebuah peradaban, rasionalisme di yunani dan positivisme di Eropa adalah contoh-contahnya.

Naturalisasi terhadap sains itu sendiri dilakukan sebab sains diakui memiliki kekuatan yang ambigu. Disatu sisi ia dapat mengembangkan suatu masyarakat karena kemampuannya mengatasi masalah-masalah praktis dan prakmatis manusia serta kemampuannya yang dapat merubah konstruk berfikir manusia itu sendiri sehingga membawa mereka ke arah peradaban baru yang lebih maju, disisi lain dengan kemampuan yang sama, ia juga memiliki sifat destruktif untuk menghancurkan atau merombak nilai-nilai budaya, agama maupun spiritualitas suatu masyarakat.

Positivisme misalnya merupakan hasil sebuah naturalisasi sains didunia masyarakat Eropa dan telah dipandang sebagai kebenaran. Sains ini (positivisme) adalah sebuah sains yang memiliki watak atau karakter yang bersifat materealistik yaitu sains yang menolak hal - hal yang bersifat metafisis, spiritual maupun mistis, karenanya dalam karakternya yang demikian sains ini dapat menghancurkan atau melunturkan konsep-konsep teologi dan nilai - nilai keagamaan lainnya.

Sehingga bukanlah hal yang berlebihan bila beberapa pemikir muslim melakukan islamisasi sains terhadap sains-sains modern (sains positivisme) sebagai sebuah bentuk keseriusan mereka dalam menjawab hal ini dan sekaligus sebagai wujud dari naturalisasi sains didunia Islam, sehingga pengaruhnya yang negatif terhadap gagasan metafisis (Teologi dan Ekskatologi) dan nilai-nilai agama Islam lainnya dapat dihindari. Hasil dari upaya islamisasi sains inilah yang kita sebut sains islam.

Islamisasi sains atau sains Islam dapat dimulai dengan menggagas untuk meletakkan dasar bagi landasan epistimologinya yaitu dengan membuat klasifikasi ilmu pengetahuan berdasarkan basis ontologinya serta metodologinya yang sesuai dengan semangat (Spirit) Islam itu sendiri, yakni teologi (Tauhid), Ekskatologi (Ma’ad), serta Kenabiaan.

Islamisasi sains dengan pelabelan ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits yang dipandang sesuai dengan penemuan sains mestilah dihindari, karena kebenaran-kebenaran al-Qur’an bersifat abadi dan universal, sementara kebenaran-kebenaran sains modern selain bersifat temporer dan hanya benar dalam lingkup ruang dan waktu tertentu, sains ini juga bersifat materealistik atau positivistik.

Pendekatan demikian akan mengalami jalan buntu dengan berubahnya teori-teori sebelumnya dengan ditemukannya teori-teori baru. Dengan demikian ayat-ayat yang tadinya dipandang relevan dengan teori-teori sebelumnya, alau menjadi dipertanyakan relevansinya.

Begitupula islamisasi sains tidak dengan upaya mendengungkan ayat-ayat al-Qur’an tentang kewajiban berilmu pengetahuan ke telinga generasi muslim. Hal ini karena upaya tersebut berkaitan dengan sumberdaya manusia (SDM) muslim yang mayoritas telah atau akan berkembangg tidak sesuai dengan sains islam.

Namun pendekatan yang mesti dilakukan adalah dengan membuat klasifikasi ilmu pengetahuan dengan menetapkan status dan basis ontologinya, sebab ia merupakan basis bagi sebuah epistimologi. Perbedaan dalam menetapkan status ontologis meniscayakan perbedaan pada status epistimologi berikut metodologinya. Perbedaan ini dapat terlihat pada epistimologi modern dengan epistimologi yang telah dicanangkan oleh para filosof muslim yang telah ditinggalkan oleh mayoritas kaum muslim itu sendiri.

Epistimologi barat berbasis pada status ontologi materealistik dan menolak adanya realitas (ontologi) metafisis. Epistimologi ini hanya memusatkan perhatiannya pada objek fisik.

Adapun sains islam bukan hanya berbasis kepada status ontologis alam materi (objek-objek fisika) tetapi lebih dari itu ia tetapkan pula bahwa selain status ontologi alam materi terdapat pula objek ontologi alam mitsal (objek-objek matematika) dan objek ontologi alam akal (objek-objek metafisika).

Berdasarkan klasifikasi sains seperti ini, sains Islam menawarkan beberapa metodologi ilmiahnya sesuai dengan status ontologinya, yaitu; intuisi dan penyatuan jiwa (metode kaum irfan), untuk mengetahui objek-objek nonmateri murni atau objek-objek metafisika dengan cara langsung, deduksi rasional untuk mengetahui objek metafisika secara tidak langsung maupun objek-objek matematika dan Induksi (Observasi dan eksperimen) untuk mengetahui objek-objek fisika.

Sains metafisika mengkaji objek-objek atau wujud yang secara niscaya bersifat nonmateri murni yang tidak dipengaruhi oleh materi dan gerak. Seperti Teologi, Kosmologi, Ekskatologi.

Sains matematika mengkaji objek-objek atau wujud yang meskipun bersifat nonmaterial namun berhubungan dengan materi dan gerak. Seperti aretimetika, geometri, optika, astronomi, astrologi, musik, ilmu tentang gaya, keteknikan dan lain sebagainya.

Sains fisika mengkaji objek-objek atau wujud yang secara niscaya terkait dengan materi dan gerak. Seperti unsur-unsur (atom-atom), mineral, tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia (secara fisik).

Dalam klasifikasi sains islam karena status objek-objek metafisika merupakan realitas ontologis yang berada dipuncak (yang paling tertinggi) yang menjadi sebab segala sesuatu dibawahnya, dimana objek-objek fisika merupakan objek realitas terbawah dan terendah dari hirarki objek ontologi, maka secara berturut-turut sains metafisika merupakan sains tertinggi dan sains fisika merupakan sains terendah setelah sains matematika.

NDP BAGIAN II : BAB VII. KEADILAN SOSIAL DAN KEADILAN EKONOMI

Keadilan menjadi sebuah konsep abstrak yang sering diartikan secara berbeda oleh setiap orang utamnya mereka - mereka yang pernah mengalami suatu ketidakadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini menuntut secara tegas perlu dilakukan redefenisi terhadap apa yang dimaksud dengan keadilan.

Bila keadilan diartikan sebagai tercipta suatu keseimbangan dan persamaan yang proporsional maka pemecahan permasalahan keadilan sosial dan ekonomi hanya dapat teratasi dengan menemukan jawaban terhadap sebab - sebab terjadinya ketidak adilan sosial dan ekonomi serta bagaimana agar dalam distribusi kekayaan dapat terbagi secara adil sehingga terhindar dari terjadinya diskriminasi dan pengutuban, atau kelas dalam masyarakat.

Jelas terlihat dari problem yang dihadapi bahwa kasus keadilan sosial dan ekonomi bukanlah merupakan wilayah garapan ilmu ilmiah (positif). Karena masalah keadilan bukanlah fenomena empiris yang dapat diukur secara kuantitatif. Namun ia merupakan konsep abstrak yang berkenaan dengan aspek kebijakan-kebijakan praksis, karena itu ia merupakan garapan filosofis dan bersifat ideologis. Itulah sebabnya mengapa dalam menjawab masalah diatas setiap orang atau kelompok memiliki jawaban dan konsep yang berbeda sesuai dengan ideologi, kandungan batinnya serta kapasitas pengetahuannya.

Kapitalisme sesuai dengan konsepnya tentang manusia yang berkenaan dengan karakter dasar dan tujuan akhir manusia yaitu bahwa manusia pada dasarnya bersifat baik dan lemah, cenderung meyakini bahwa penyebab terjadinya diskriminasi serta tidak terjadinya distribusi kekayaan secara tidak adil dikarenakan dipasungnya kebebasan individu oleh baik masyarakat, pemerintah, individu lain disatu sisi dan di sisi lain tidak adanya aturan-aturan yang menjamin kepentingan-kepentingan individu. Berdasarkan ini upaya menciptakan keadilan sosial maupun ekonomi bisa terwujud
hanya dengan cara memberikan kebebasan secara mutlak, yakni kesempatan ekonomi yang seluas-luasnya kepada setiap individu dimana kebebasannya hanya dibatasi oleh kebebasan orang lain, meskipun kebebasan ini justru dapat menyebabkan perbedaan pendapatan dan kekayaan individu (dengan asumsi bahwa orang menggunakan kebebasannya secara sama dalam sistem kapitalis).

Sebaliknya sosialisme yang didasarkan pada konsepnya tentang manusia dan pandangan hidupnya yang melihat bahwa penyebab terjadinya diskriminasi sosial dan ekonomi sehingga terciptanya kelas - kelas dalam masyarakat dimana yang satu semakin miskin dan yang lain semakin kaya dikarenakan adanya kekuatan yang menghambat proses berubahnya kesadaran kolektif dari kesadaran kesadaran kepemilikan pribadi ke kepemilikan sosial (bersama). Karena itu untuk menciptakan keadilan sosial dan ekonomi, maka tidak ada cara lain kecuali diperlukan suatu sistem sosial yang berfungsi mengatur atau merawat dalam hal menghilangkan kepemilikan pribadi
atas alat - alat produksi ketempatnya yang sebenarnya yaitu kepemilikan bersama (seluruh anggota masyarakat harus memiliki pendapatan dan kekayaan yang sama) yang dalam hal ini diwakili oleh negara dengan cara menasionalisasikan alat-alat produksi tersebut.

Adapun menurut Islam kepemilikan pribadi bukanlah penyebab terjadinya malapetaka kemanusiaan sebagaimana yang disangka oleh kaum sosialis komunisme. Bahkan sebaliknya kepemilikan pribadi yang semata-mata materealistik justru penyebab proses kehancuran sistem kapitalis. Setiap konsep keadilan akan menemui jalan buntu jika ia tak seiring dengan naluri dasar alamiah manusia yaitu kepentingan individu atau apa yang sering disebut sebagai ego. Itulah sebabnya mengapa ketika seluruh alat - alat produksi telah dinasionalisasikan yang kemudian diamanahkan kepada negara yang nota bene adalah terdiri dari individu - individu sebagai pengelolahnya kemudian berubah menjadi kapitalisme atau borjuis - borjuis baru yang diktator dan menganggap diri mereka tuan (penguasa) bagi unit-unit yang mereka pimpin. Artinya adalah penghapusan kepemilikan pribadi tidak dapat mengubah mentalitas manusia yang punya kecenderungan egoistik.

Bagi Islam satu - satunya jalan yang dapat mengatasi masalah ketidak adilan adalah dengan memberikan jaminan pendapatan tetap, dengan kemungkinan mendapatkan lebih banyak serta mengubah konsepsi manusia tentang manusia dan pandangan hidupnya dari semata-mata bersifat materialistik kekesadaran teologis dan ekskatologis, tanpa memasung atau bahkan mematikan naluri alamiahnya.

Adalah suatu kemustahilan disatu sisi ketika kesadaran teologis dan ekskatologis telah dimusnahkan dari pandangan dunia seseorang dan disisi lain dengan menghilangkan kepemilikan atau kepemilikan pribadinya kemudian serta merta ia berubah dari individualis menjadi seorang pribadi yang sosialis (bukan sosialisme).

Menurut Islam ego (kepentingan pribadi) merupakan suatu kekuatan yang diletakkan oleh Allah dalam diri manusia sebagai pendorong. Kekuatan ini dapat mendorong manusia untuk melakukan hal yang diskriminatif, serakah dan merusak tetapi ia juga dapat mendorong manusia untuk mencapai kualitas spiritual yang paripurna (insan kamil). Karena itu Islam tidak datang untuk membunuh ego dengan seluruh kepentingannya, namun ia datang untuk memupuk, membina dan mengarahkannya secara spiritual dengan suatu kesadaran teologis (TAUHID) dan Ekskatologis (MAAD).

Bagi Islam penyebab terjadinya ketidakadilan sosial dan ekonomi atau dengan kata lain penyebab terjadinya kelas-kelas dalam masyarakat disebabkan oleh tidak adanya kesadaran tauhid. Hal ini dapat dilihat ketika al-Qur’an menceritakan mental Fir’aun yang sewenang-wenang sehingga disatu sisi sebagai penyebab terjadinya kelas-kelas (penduduk pecah belah), (QS.28:4) dengan menobatkan dirinya menjadi Tuhan (QS.28:38-39), karena itu untuk kepentingan mengatasi hai ini Islam mengajarkan untuk merealisasikan suatu konsep yaitu sebagaimana dikatakan dalam Al- Quran yang artinya: ....tidak kita sembah Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Alla (QS.3:64).

Adapun di sisi lain penyebab terjadinya ketidak adilan ekonomi (yang miskin semakin miskin dan sebaliknya) disebabkan tidak berjalannya sistem tauhid (pelaksanaan syariat) karena itu kata al-Qur’an menegaskan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) taurat, Injil, dan apa yang diturunkan kepada mereka dari tuhan mereka, niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari langit atas mereka dan dari bawah kaki mereka (QS.5:66) atau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi (QS.7:96) atau bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus diatas jalan itu (Agama Islam; melarang praktek riba, serta menganjurkan atau bahkan mewajibkan khumus, Jis’ah, sedekah, infak, zakat dll), niscaya benar-benar kami akan memberikan muniman kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak, QS.72:16).

Artinya menurut Islam bahwa prinsip dari hubungan khusus antara bertindak sesuai dengan perintah-peritah Tuhan di satu sisi dengan kemakmuran disisi lain atau dalam bahasa modernnya, hubungan antara distribusi yang adil dengan peningkatan produksi, yakni bahwa tidak akan terjadi kekurangan produksi dan kemiskinan bila distribusi yang adil dilaksanakan. Dengan kata lain distribusi yang adil akan mendongkrak kekayaan dan meningkatkan kemakmuran sebagai bukti “berkat dari langit dan bumi” telah tercurahkan.

Dengan persfektif yang demikian inilah selanjutnya akan melahirkan kesadaran kemanusiaan yang tinggi sebagai bentuk manifestasi dari pengabdian serta kecintaan kita kepada Allah SWT.

Disamping itu, guna menegakkan nilai keadilan sosial dan ekonomi dalam tataran praktis diperlukan kecakapan yang cukup. Orang-orang yang memiliki kualitas inilah yang layak memimpin masyarakat. Memimpin adalah menegakkan keadilan, menjaga agar setiap orang memperoleh hak asasinya dan dalam jangka waktu yang sama menghormati kemerdekaan orang lain dan martabat kemanusiaannya sebagai manifestasi kesadarannya akan tanggung jawab sosial. Lebih jauh lagi, negara dan pemerintah sebagai bentuk yang terkandung didalamnya adalah untuk menciptakan masyarakat yang berkeadilan, baik berupa keadilan sosial maupun keadilan ekonomi. Dan hanya setelah terpenuhinya pra-syarat inilah negara ideal sebagai dicita-citakan bersama (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur) dapat diwujudkan.

Tidak diragukan lagi dari kajian yang konprehensif dan holistik dapat mengantar kita pada satu kebenaran rasional ideologi (syariat) Islam yang telah mengajarkan akan persaudaraan, keadilan dan kesamaan hak untuk diamalkan oleh setiap kaum muslimin khususnya, sampai kepada sektor-sektor produksi sosio-ekonomi dan pembagian kekayaan. Atau hukum-hukum yang lebih bersifat spesifik menyangkut hal-hal yang memerlukan rincian, seperti pemanfaatan lahan pertanian, penggalian mineral, sewa-menyewa, bunga, zakat, khumus (yakni mengeluarkan 20-30% dari keuntungan bersih) dan pembelanjaan umum dan lain sebagainya yang dikelola langsung oleh negara, atau lembaga sosial di bawah kontrol masyarakat dan negara yang berlandaskan pada prinsif-prinsif keadilan.

RUJUKAN AL - QUR’AN
Al Qur’an Surah Ali Imran (3) : 64
Al Qur’an Surah Qashash (28) : 4
Al Qur’an Surah Qashash (28) : 38
Al Qur’an Surah Qashash (28) : 39
Al Qur’an Surah Al Maaidah (5) : 66
Al Qur’an Surah Al-A’raaf (7) : 96
Al Qur’an Surah Al A’raaf (7) : 96
Al Qur’an Surah Ali Imran (3) : 18
Al Qur’an Surah Al Hadid (57) : 25
Al Qur’an Surah Al Baqarah (2) : 124
Al Qur’an Surah Al Anbiyaa’ (21) : 47
Al Qur’an Surah Al Baqarah (2) : 282
Al Qur’an Surah Al Maa-idah (5) : 95
Al Qur’an Surah Ath Thalaaq (65) : 2
Al Qur’an Surah At Taubah (9) : 70
Al Qur’an Surah Ar Rahmaan (55) : 7
Al Qur’an Surah Al An’aam (6) : 1