Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 20, 2010

ALLAH PEMILIK SEGALANYA

ALLAH PEMILIK SEGALANYA
By Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

Allahu….
Engkau pemilik segalanya
Pencipta semesta alam
Tak terjangkau kekuasaan-Mu
Kecilnya diri kami dihadapan-Mu

Kemuliaan menyeru asma-Mu,
Tak terbandingkan dunia dan isinya
Seluruh cipta-Mu mengharap ridha-Mu
Anugerah dan karunia-Mu dambaan hamba-Mu

Kemahasempurnaan-Mu wujud kekuasaan-Mu
Pad cipta-Mu Kau wujudkan kuasa-Mu

Alunan Resah Jiwa

Alunan Resah Jiwa
By Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

Indah dunia
Atas kasihmu padaku
Aku rasakan itu
Aku resapi semuanya
di dalam hirupan udara kepercayaan
CiNtAmu kepadaku

Tak beraniku tuk ungkapkan
Tak tuntutku padamu atas CiNtAmu padaku
Karena semua ada dalam dirimu
Dan kutak mengetahuinya

Aku tak memegang kunci batinmu
Bahagiaku karena
Batinmu kadang terbuka untukku
Aku berikan kepadamu bunga kasih
Yang kan selalu jadi teman
Kesendirianmu

Alunan resah jiwaku
Gelisahmu padaku
Ku rindu bayangmu
Disetiap hariku

Pohon Cinta

Pohon CiNtA
By Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

Parasmu indah
Sentuhan karya Tuhan
Selembut dan seputih salju
Hatimu…

Akar kasih
Yang jadi penopang kokohnya Batang CiNtA
Tangkai jiwa
Yang jadi landasan bunga-bunga mimpi

Teriakan batinku
Teriakanku kepada CiNtA dihatimu
Menepis segala keraguan
Apapun CiNtA itu
Apapun kata bunga di jalan
Simpan CiNtAku dijiwa dan batinmu

Daun-daun Sayang
Yang tumbuh merambat dihati sanubariku
Tak mudah Gugur
Karena telah kuberi
Pupuk-pupuk
Penghalang hama-hama
Perusak CiNtA
Di alam mimpiku
CiNtA abadiku
Kepadamu…… Pohon CiNtAku
Yang telah berbuah
Sayang yang sesuai
Dengan segala pengorbananku
Kepadamu…… CiNtA!!!

Torehan Kisahku

Torehan Kisahku
By Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

Kisah perjalananku…
mencari arti keterbatasan seorang manusia
Tiada daya
Tiada kuasa
Hanya doa’ yang tercurah
Kepada sang Penguasa Jagad raya

Kisah perjalananku…
sungguh berliku
namun inilah arti sebenarnya sebuah kehidupan
Ku butuh keajaiban
Ku butuh mu’jizat
Ku butuh segalanya
Namun semuanya takdir yang Kuasa
Hanya Dia-lah tempat kusandarkan segala gundah jiwa

Berbagai rintangan batin, jiwa, sirna lenyap
Kenangan kutanam kembali
Kuberi pupuk yang terbaik dalam hidup
Agar kenangan itu tumbuh
Agar kenangan itu tetap menjadi inspirasi
Inspirasi yang berguna bagi perkembangan kedewasaanku
Inspirasi yang menjadi lambang kasih dan CiNtA
Menyatu kedalam relung-relung jiwa, batin dan pikiran yang suci
Tak ternodai sedikitpun…

CiNtAi diri…
Sayangilah apa yang kau dapatkan di Dunia

Tidur Lelap Mimpi Indah

Tidur Lelap Mimpi Indah
By Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

Saat mata ini terasa berat menatap malam
Saat raga ini tak lagi sanggup melihat hari yang lelah
Aku termenung
Aku terngiang
atas bayang dirimu
Membawa khayalku ke Alam mimpi
Hadir bayangmu dalam mimpiku

Apakah hal biasa
Yang sering manusia dapatkan
ataukah pertanda baik dalam mimpi
Suatu saat kutemukan jawabnya

Tanya bertanya dalam pertanyaanku
Aku tak tahu jawabnya dalam jawabanku
Seakan nyata dalam suatu kenyataan
Waktu… segeralah berlari
agar kutemukan jawab dari segala pertanyaan jiwa
Yang ada dalam tidur lelap mimpi indah

Hiasan jiwa pengukir mimpi
Selalu ada dalam galaunya batin
menyambut hari esok lebih cerah
daripada hari-hari kemarin
Dalam tidur lelap mimpi indah

Kini Hadir CiNtA

Kini Hadir CiNtA
By : Maulana Naoval Alkatiri "new Aufklarung"

CiNtA ini benar terasa dalam jiwa
Yang tak terenggut oleh keangkuhan diri
Yang menyatu diantara kita
Dan indah adanya.

Pesona CiNtA itu hadir
Ketika ku mulai merasakan hampa jiwa
Karena kehilangan CiNtA yang lain
Yang pernah ada dalam jiwa

Masih membekas dalam hati
Sentuhan CiNtA itu
Ku coba menepis
Namun tak sepenuhnya

Ku rasakan sentuhan CiNtA lagi
dalam dirimu yang ada kini
Ku terbuai akan hadirnya
CiNtA yang ada dalam jiwaku saat ini

Kini hadir CiNtA
Yang telah aku rasakan dalam dirinya
Ku menCiNtAinya apa adanya
Seperti itulah CiNtAku padanya

Opening

“ Hei kekasihku, di depanku ada kehidupan yang aku ingin kehidupan itu menjadi agung dan indah. Kehidupan yang mempersaudarakan kenangan manusia yang akan datang dan menyatukan budi pekerti dan CiNtAnya. Kehidupan yang telah aku mulai sejak aku bertemu denganmu dan aku yakin akan keabadiannya, karena aku percaya akan wujudmu yang mampu memunculkan kekuatan yang Tuhan janjikan padaku yang akan menyatu dengan kata-kata dan pekerjaan besar. Sebagaimana matahari menumbuhkan bunga-bunga di taman yang beraroma wangi nan harum, seperti itulah rasa CiNtA menaungi dan keturunan manusia, dan selalu mensucikan diri dari sifat jahat lalu menebarkan CiNtA, dan membuang yang usang untuk meresapkan CiNtA itu padamu”. (Kahlil Gibran)