Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juli 26, 2008

Cinta dan Kehidupan

Photo : by AdminPosted by safruddin in Artikel Motivasi pada 30 Januari 2008

Plato bertanya akan cinta dan
kehidupan …

Suatu hari, Plato bertanya pada
gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana
saya menemukannya? Gurunya
menjawab, “Ada ladang gandum yang luas
didepan sana. Berjalanlah kamu dan
tanpa boleh mundur kembali, kemudian
ambillah satu saja ranting. Jika kamu
menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah
menemukan cinta” .

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa
lama, dia kembali dengan tangan
kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak
membawa satupun ranting?” Plato
menjawab, “Aku hanya boleh membawa
satu saja,dan saat berjalan tidak
boleh mundur kembali (berbalik)”.
Sebenarnya aku telah menemukan yang
paling menakjubkan, tapi aku tak tahu
apakah ada yang lebih menakjubkan lagi
di depan sana, jadi tak kuambil
ranting tersebut. Saat kumelanjutkan
berjalan lebih jauh lagi, baru
kusadari bahwa ranting-ranting yang
kutemukan kemudian tak sebagus ranting
yang tadi, jadi tak kuambil
sebatangpun pada akhirnya”

Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya
itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi
pada gurunya,”Apa itu perkawinan?
Bagaiman a saya bisa menemukannya?”

Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang
subur didepan sana. Berjalanlah tanpa
boleh mundur kembali (menoleh) dan
kamu hanya boleh menebang satu pohon
saja. Dan tebanglah jika kamu
menemukan pohon yang paling tinggi,
karena artinya kamu telah menemukan
apa itu perkawinan”

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa
lama, dia kembali dengan membawa
pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon
yang segar/subur, dan tidak juga
terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa
saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu
memotong pohon yang seperti itu?”
Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan
pengalamanku sebelumnya, setelah
menjelajah hampir setengah hutan,
ternyata aku kembali dengan tangan
kosong. Jadi dikesempatan ini, aku
lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah
buruk-buruk amat, jadi kuputuskan
untuk menebangnya dan membawanya
kesini. Aku tidak mau menghilangkan
kesempatan untuk mendapatkannya”

Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya
itulah perkawinan”

NOTE
Cinta itu semakin dicari, maka semakin
tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam
lubuk hati, ketika dapat menahan
keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang
berlebih akan cinta, maka yang didapat
adalah kehampaan… tiada sesuatupun
yang didapat, dan tidak dapat
dimundurkan kembali. Waktu dan masa
tidak dapat diputar mundur. Terimalah
cinta apa adanya.

Pernikahan adalah kelanjutan dari
Cinta. Adalah proses mendapatkan
kesempatan, ketika kita mencari yang
terbaik diantara pilihan yang ada,
maka akan mengurangi kesempatan untuk
mendapatkannya, Ketika kesempurnaan
ingin kita dapatkan, maka sia-sialah
waktumu dalam mendapatkan pernikahan
itu, karena, sebenarnya kesempurnaan
itu hampa adanya.

Dari berbagai sumber

Sabtu, Juli 19, 2008

Belajar dari Keramik

Ketika kita mendengarkan suara jiwa kita dan bersatu padu bersama untuk menemukan bagian-bagian yang cocok dan saling mendukung antar sesama. Membentuk diri sendiri untuk mewujudkan visi yang tertanam dalam diri pribadi. Orang bijak mengatakan bahwa lalukanlah sesuatu dengan banyak berikhtiar dan berdoa serta tabah dan sabarlah, Proses yang membentuk watak dan tingkah kita, perbuatan yang kita lakukan harus tetap dijalani dengan proses, dan hanya penguasa jagadlah yang berhak menentukan hasil dari proses apapun di dunia ini.
Tidakkah kita menganalisa dalam-dalam mengenai proses yang terjadi pada pembuatan sebuah keramik yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Proses yang terjadi untuk menghasilkan keramik yang bernilai tinggi dan diminati oleh orang tidaklah seperti melihat buah mangga yang tiba-tiba jatuh dari pohonnya (atau proses cepat). Tetapi, untuk menjadi sebuah kerajinan yang baik, keramik melewati berbagai proses panjang dalam pembuatannya. Dimulai dari asal keramik tersebut yang berasal dari tanah liat yang kotor. Sebagai contoh lagi bahwa, Tanah liat apabila ditanami tanaman, maka dengan spontan tanaman itu akan mati. Tetapi itulah asal dari keramik, tanah liat.
Selanjutnya, setelah diambil dari tanah liat, kemudian tanah liat itu diinjak-injak (betapa sakitnya kalau manusia diinjak-injak), tetapi dengan sabar tanah liat itu mengikhlaskan dirinya untuk diinjak-injak demi hasil yang baik. Setelah itu, tanah liat yang sudah diinjak-injak itu, kemudian dipisahkan, mana yang terbaik dan hasilnya baik itu yang akan diproses selanjutnya. Setelah itu, tanah liat itu perlahan-lahan dibentuk oleh pengrajin, yakni dengan memutar-mutarnya diatas pembuat keramik. Kira-kira seperti apa wujud manusia kalau diputar-putar teus menerus, maka akan pusinglah manusia. Tetapi dengan tetap meyakini bahwa penderitaan yang dialami oleh tanah liat ini akan terbayar, maka tanah liat tetap sabar menunggu. Setelah terbentuk keramik yang diinginkan, ternyata tidak sampai disitu penderitaan si keramik. Karena ternyata setelah itu, tanah liat yang telah berbentuk akan DIBAKAR. Disinilah tanah liat diberikan cobaan yang sangat dahsyat untuk memperoleh hasil yang terbaik. Tetapi dengan kesabaran, maka tanah liat itu memproses dirinya. Setelah dibakar, barulah tanah liat bisa sedikit bersenang-senang , karena dia akan diberikan hiasan sesuai dengan keinginan pengrajin.
Setelah melalui proses yang panjang, keramik itu dipamerkan dan dipajang dipinggir jalan biar semua orang melihat dan berminat membelinya. Para pembeli keramik dengan semangat melihat dan memuji hasil karya dari pengrajin yng menghasilkan keramik yang bernilai baik. Tapi, apa yang dikatakan oleh Keramik ketika diberikan pujian oleh pembeli, "Kalian melihat aku sekarang dengan wujud yang terbaik, tidakkah kalian memperhatikan proses yang kulalui sebelum seperti ini. Aku diinjak-injak, diputar-putar, dibakar, bahkan sampai-sampai sebagian teman-temanku dipecahkan, karena tidak berhasil melewati proses ini. Ini adalah hasil yang diberikan kepadaku setelah berhasil melewati proses yang sangat panjang dan melelahkan".
Seperti itulah visi kita ke depan saat ini. Menjalani setiap proses kehidupan kita dengan berikhtiar dan berdoa, karena Tuhan yang hanya dapat berkehendak apapun terhadap makhluk-Nya. Jalani hidup ini dengan sabar, yakin, tawakkal, tawadhu dan refleksi terus diri atas yang telah tejadi dalam diri. Kehadiran teknologi saat ini, seharusnya mesti disikapi dengan pemikiran yang positif selalu. Kembangkan wawasan dalam diri kita masing-masing. Karena hidup yang abadi adalah setelah mati. Keep spirit, kembangkan kreatifitas, Ikhtiar diperkuat, dan hasil yang tentukan adalah Allah SWT.